LEBAK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Petani Kabupaten Lebak berhasil mengembangkan durian varietas unggul jenis Sangkanwangi I dan kini buahnya ditampilkan pada kegiatan Jambore I Petani, Peternak dan Nelayan di Rangkasbitung.
Pengembangan durian varietas unggul tersebut sudah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Banten.
“Kita mengembangkan durian varietas Sangkanwangi I guna meningkatkan mutu dan kualitas, sehingga bisa menembus pasar domestik hingga ekspor,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Sangkanwangi, Kabupaten Lebak, Hendi Suhendi di Rangkasbitung, Minggu (24/9/2023).
Menurut dia, durian Sangkanwangi I memiliki keunggulan dari rasanya manis dan legit dengan berat rata-rata 3 kg, dan kualitasnya tidak kalah dengan durian impor. Untuk harga buah durian Sangkanwangi di tingkat petani antara Rp 70-80 ribu/kg, namun di pasaran menembus Rp130 ribu/kg. Pengembangan durian Sangkanwangi I itu dengan sistem penerapan teknologi top working dengan durian lokal untuk mempercepat berbuah.
Menurut dia, penerapan sistem top working untuk meningkatkan mutu perbaikan buah durian agar memiliki kualitas dan berdaya saing, sehingga menguntungkan pendapatan petani. Saat ini, petani durian di Kecamatan Leuwidamar cukup terkenal dengan jenis durian nasional, seperti varietas montong, durian otong, durian si radio, durian hepi, dan durian matahari.
“Kami merasa bangga setelah berbuah durian Sangkanwangi I banyak permintaan saat kegiatan Jambore 1 Petani, Peternak dan Nelayan di Rangkasbitung,” ujar Hendi.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan kelompok tani Desa Sangkanwangi, Kecamatan Leuwidamar, mampu mengembangkan durian lokal yang memiliki sertifikasi nasional. Mereka mengembangkan durian varietas Sangkanwangi hasil perkawinan dengan durian lokal dengan sistem top working.
Saat ini, kata Deni, Kabupaten Lebak menjadikan daerah sentra durian lokal yang memiliki mutu dan kualitas. Ia menyebutkan petani yang mengembangkan durian unggul tersebar di Kecamatan Leuwidamar, Sobang, Muncang, Bojongmanik, Cirinten, dan Gunung Kencana.
Daerah itu setiap tahun sebagai sentra penghasil durian terbesar di Banten dan dipasok ke Tangerang, Bogor, Bandung hingga Jakarta.
“Kami minta petani berinovasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas varietas karena memiliki nilai jual tinggi di pasaran, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” tutur Deni.
Reporter: Ahmad Fadilah
Editor: Sutanto Ibnu Omo