”Sedangkan tersangka berinisial A membawa senjata tajam jenis pisau dengan maksud bersama tersnagka lainnya melakukan ancaman kekerasan supaya korban dan rekannya merasa takut dan pergi membubarkan diri,” jelasnya.
Ibnu menceritakan kronologi penganiayaan tersebut. Berawal pada hari Minggu (5/5/2024) sekitar pukul 19.30 WIB di TKP sedang dilaksanakan kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh beberapa orang. Selanjutnya datang seorang laki-laki dengan inisial D berupaya membubarkan kegiatan tersebut dengan cara berteriak.
Tidak lama berselang datang beberapa orang untuk mencari tahu apa yang terjadi. Akibat teriakan tersebut terjadi kegaduhan dan kesalah pahaman yang mengakibatkan terjadinya kekerasan dan menimbulkan korban.
”Kegaduhan dan kekerasan ini terekam oleh salah satu penghuni kontrakan di area sekitar TKP. Dimana terdapat 2 orang laki-laki terekam membawa senjata tajam jenis pisau,” ungkapnya.