Sebagai pengawasan di lapangan diterjunkan 100 petugas yg sebelumnya akan dibekali pengetahuan mengenai ciri-ciri penyakit hewan menular dan zoonosis serta hewan yg layak dijadikan hewan kurban.
Mereka, kata dia, bakal memeriksa seluruh hewan kurban yang memenuhi persyaratan baik dari fisik, gejala klinis yang terlihat dan syarat kurban lainnya.
”Bila telah dibekali barulah mereka (100 petugas -red) turun ke lapak-lapak penjualan dan penampungan hewan kurban. Kemudian nantinya akan diberikan tanda sehat baik dari hewan itu sendiri maupun lapak berupa stiker,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menerjunkan dokter hewan bila nanti ditemukan adanya hewan terindentifikasi mengalami penyakit seperti PMK dan LSD Namun, sejauh ini belum ada laporan ataupun diketemukan hewan yang mengidap penyakit hewan menular atau zoonosis.
”Sebab, kami juga rutin melakukan pemeriksaan dan memberikan vaksin kepada hewan ternak yang ada di Kabupaten Tangerang ini. Tidak hanya sapi, kerbau, kambing dan domba pun rutin divaksinasi,” kata dia.(sep)