Imbas Bangunan Industri Banyak Nelayan Beralih Profesi

Imbas
FOTO BERSAMA: Ketua DPD HNSI Provinsi Banten Neneng Sri Hastuti Handayani, bersama pejabat lainnya berfoto bersama pada acara Musda HNSI Banten ke IV, di salah satu restoran di Kota Serang, Rabu (10/7). (CREDIT: AGUNG GUMELAR/BANTEN EKSPRES)

SERANG — Imbas maraknya bangunan industri di wilayah pesisir pantai daerah Provinsi Banten, banyak nelayan yang terpaksa beralih profesi lantaran jalur mereka untuk melaut mencari ikan telah tertutup dan rusaknya ekosistem laut.

Mereka yang sudah tidak menjadi nelayan, paling banyak beralih profesi menjadi pembudidaya ikan, hingga menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) prodak ikan laut.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Banten Neneng Sri Hastuti Handayani, pada acara Musyawarah Daerah (Musda) HNSI Banten ke IV di salah satu restoran di Kota Serang, Rabu (10/7).

BACA JUGA: Kabupaten Serang Bakal Punya Tambak Nila Seluas 10 Hektare

Neneng mengatakan, jumlah nelayan di Banten ini semakin tergerus akibat imbas jalur melaut mereka tertutup, dengan hadirnya bangunan industri di wilayah pesisir pantai serta maraknya reklamasi yang kini sedang berjalan.

Pos terkait