Selain diseimbangkan melalui pendapatan daerah yang harus di tingkatan, imam mengaku akan memangkas program-program, seperti perjalanan dinas, untuk menutup defisit APBD. “Itu karena ada penambahan. Peningkatan penambahan, kemudian ada efisiensi dari berbagai kegiatan itu hitungannya panjang,” kata Imam.
Ia juga menuturkan, pendapatan daerah Kota Serang mengalami kenaikan pada APBD Perubahan 2024. Pada sektor pendapatan asli daerah (PAD) terdapat kenaikan sebesar Rp15.471.015.087,00. Sementara pendapatan dari dana transfer mengalami kenaikan sebesar Rp61.717.124.670,00.
“Pendapatan asli daerah dari sebelumnya Rp279 miliar, menjadi Rp292 miliar, dan pendapatan transfer dari awalnya Rp1.170,399,371,865,00 menjadi Rp1.232,116,496,535,00,” tuturnya.
BACA JUGA: APBD-P Kota Serang Naik 5,3 Persen
Sementara itu, Penjabat (Pj) Walikota Serang, Yedi Rahmat mengatakan, pendapatan Kota Serang mengalami kenaikan yang cukup besar.