“Sekarang lebih mudah dan didekatkan lagi, semoga masyarakat lebih punya semangat untuk membaca, karena membaca itu jendela dunia. Alhamdulillah di Kabupaten Serang ini didukung oleh semuanya, salah satunya perpustakaan nasional, perpustakaan Untirta, dan para penggiat yang luar biasa mendukung. Semoga ke depan membaca itu menjadi budaya masyarakat Kabupaten Serang,” ujarnya.
Tatu mengakui tingkat minat baca masyarakat di Kabupaten Serang masih rendah. Hal itu bisa terjadi karena sulit untuk mendapatkan buku yang harus datang ke perpustakaan.
Sehingga, adanya perpustakaan digital desa ini menjadi solusi bagi Pemerintah Kabupaten Serang untuk bisa meningkatkan minat baca masyarakat.
“Diharap masyarakat membaca buku-buku yang bermanfaat, tidak hanya sekedar pegang handphone membuka medsos. Tapi sesekali buka buku lewat handphone, supaya bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan lebih luas lagi,” ucapnya.