“Kalau yang sudah remaja, katanya kalau ada kesempatan untuk menolak seperti alasan membuang sampah dulu, mereka gak mau kembali lagi ke kamar pelaku, tapi kalau tidak ada kesempatan menghindar mereka diperlakukan itu,” bebernya.
“Nah kalau yang masih bocil lima tahun, kan dia enggak tahu,” sambungnya
Menurutnya, dia juga sempat menaruh kecurigaan, saat Dian Desvi melihat adanya pembagian ruangan untuk anak asuh panti asuhan. Pasalnya, anak asuh berpenampilan menarik ditempatkan di kamar yang bagus. Sementara anak asuh yang kurang menarik penampilannya ditempatkan di kamar yang kurang bagus.
“Jadi yang bening-bening atau yang ganteng ditaruh di kamar yang pakai AC, sedangkan yang menurut mereka kurang menarik ditaruh di kamar yang jelek,” paparnya.
Guna memuluskan perbuatannya, Dian Desvi menyebut para oknum mengimingi korban dengan berbagai hadiah hingga ponsel pintar untuk mengulangi prilaku mereka.