“Nah ujung tombaknya kan di guru ngaji, mereka mengajar ngaji di madrasah, surau-surau, musala dan majlis dan ini yang harus diperkuat,” harapnya.
Kedepan FPGR dengan Pemkot Tangsel akan terus berinovasi dan memiliki program-program supaya metode mengajarnya bagus, mudah diterima dan bisa mengikuti perkembangan jaman.
“Diera digital ini guru ngaji juga harus bisa melek dengan keberadaan teknologi karena, teknologi ini seperti 2 mata pisau. Kalau digunakan untuk yang negatif ya berdampak negatif nakun, kalau digunakan positif berdampak positif juga,” ungkapnya.
“Kalau HP digunakan untuk tutorial mengaji atau merekam gurunya itu hal yang baik. Kalau tidak bisa datang ngaji kan bisa pakai jarak jauh dengan teknologi,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Tangsel Rizqiyah mengatakan, acara tersebut merupakan penguatan dalam hal teknik dalam pembelajaan alquran. “Pengajaran alquran pastinya berkembangkan seiring perkembangan jaman,” ujarnya.