“Tahun ini ada sekitar 50 unit yang akan diperbaiki, jika tidak ada halangan dipertengahan tahun akan segera dimulai,” sambungnya.
Menurut Lingga, setiap unit akan mendapat alokasi bantuan sebesar Rp 20 juta. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 15 juta. Pengentasan RTLH, kata Lingga, membutuhkan peran serta dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pihak swasta. Dia yakin, perusahaan yang ada di Lebak dan Banten mau berkontribusi untuk ikut membangun rumah masyarakat kurang mampu di Lebak.
“Pemerintah akan terus berupaya bekerja keras menuntaskan pembangunan RTLH. Tentu, kami tidak ingin, ada warga yang tidur di rumah yang nyaris ambruk dan kotor,” ujar Lingga.
BACA JUGA: Ditarget Rampung Akhir Tahun, DPRKP Banten Bangun 1.400 PSU
Dikatakan dia, kendati anggaran terbatas. Namun program bedah rumah bagi RTLH setiap tahunnya selalu dianggarkan, walaupun tahun 2025 ini jumlahnya menurun.