Walaupun, menurut Nuri, pemangkasan yang dilakukan oleh Pemkot Serang akan berfokus kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Tergantung nanti TAPD dia kebutuhannya kan gini. Ini kan seluruh ini kan 50% se-Kota Serang ini. Dari jalur mana aja? Apakah dari seluruh OPD atau misalkan yang penting terpenuhi di Kota Serang ini 50% perjalanan dinas dipotong gitu,” sambung Nuri.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman menilai bahwa efesiensi ini akan berdampak pada kinerja Anggota DPRD Kota Serang. “Saya lihat memang ada (pengaruh) dari sisi kinerja, mungkin bisa mengurangi,” ujarnya.
Menurut Muji, anggaran SPPD ini biasanya digunakan untuk kunjungan konsultasi dengan pemerintah daerah lain. Ia khawatir jika SPPD dipangkas dan melakukan konsultasi melalui via zoom.
“Kekhawatiran kita yang namanya kita zoom meeting, apa telepon, itu titik komanya kan enggak jelas gitu kan. Tapi kalau kita berhadapan titik komanya itu jelas. Itu memang yang lagi kami pikirkan,” tuturnya. (ald)