Jumlah paket sembako yang disiapkan untuk pasar murah tahun ini, kata Orok, lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai seribu paket. Hal tersebut karena anggaran untuk mensubsidi bahan-bahan pokok terkena pemangkasan.
“Bukan karena Inpres. Karena kalau Inpres memang sudah diatur untuk efisiensinya apa saja. Memang dilakukan penyesuaian agar kegiatan-kegiatan lain pada tahun ini bisa berjalan. Salah satunya relokasi pedagang ke Pasar Kandang Sapi,” jelasnya.
Yani, Kabid Perdagangan Disperindag Lebak mengaku pelaksanaan pasar murah masih munggu surat dari sekretaris daerah (sekda). Sementara untuk penyediaan bahan pokok, tahun ini, pihaknya bekerja sama dengan BUMD Lebak Niaga.
“Bahan pokoknya terdiri dari beras, gula, minyak sayur, terigu, dan telur. Khusus untuk komoditas telur karena rawan pecah hanya disediakan di tiga kecamatan, Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Cibadak, dan jumlahnya di luar paket, yakni 2.100 butir,” ucapnya. (fad)