TANGERANG — Siswa SMPN 1 Sepatan melakukan pelajaran praktik mengubah minyak goreng bekas pakai (jelantah) menjadi biodiesel. Dalam pelajatan praktik ini, siswa diajarkan prosesnya, mulai dari minyak jelantah sampai menjadi biodiesel.
Minyak jelantah ini sengaja dibawa siswa dari rumah. Minyak-minyak bekas ini di kumpulkan dan diolah di lahan kebun milik SMPN 1 Sepatan. Biodiesel tersebu, bisa digunakan untuk kebutuhan mesin yang menggunakan biodiesel. Kebetulan, SMPN 1 Sepatan memiliki mesin biodiesel sendiri.
Kepala SMPN 1 Sepatan Sugeng Atmoko mengatakan praktik ini merupakan bagian dari pembelajaran IPA. Biodiesel ini sendiri bisa digunakan untuk mesin yang berbahan bakar solar.
”Proses ini juga sebagai cara mengurangi limbah rumah tangga, salah satunya minyak jelantah yang ada di rumah para siswa. Ibu mereka memasak pasti ada minyak jelantah, tentunya setelah digunakan minyak tersebut di buang ke selokan yang mengakibatkan limbah. Daripada menjadi limbah, lebih baik kita ubah menjadi biodiesel,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Senin (24/2).