Selain itu, siswa juga diajak untuk menanam tanaman obat keluarga (Toga) di halaman sekolah, yang tak hanya memperindah lingkungan tetapi juga memberikan manfaat kesehatan.
”Kami ingin SDN Sukatani 3 bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat yang sehat, sejuk, dan menyenangkan bagi siapa saja yang datang. Ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah, tetapi juga orang tua siswa dan masyarakat sekitar,” ujarnya kepada Banten Ekspres, Selasa (25/2).
Sapinah menambahkan, tak hanya sebatas penghijauan, SDN Sukatani 3 juga menerapkan sistem pengelolaan sampah yang baik. Sekolah ini mengajarkan siswa untuk memilah sampah organik dan anorganik, serta memanfaatkan sampah daur ulang menjadi barang bernilai guna. Dengan begitu, anak-anak belajar sejak dini pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
”Kolaborasi dengan orang tua siswa dan masyarakat sekitar juga menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. Orang tua dilibatkan dalam berbagai kegiatan, seperti kerja bakti membersihkan sekolah, pelatihan pembuatan kompos dari sampah organik, serta kampanye hemat energi dan air di lingkungan rumah masing-masing,” paparnya.