“Disparpora lagi mempersiapkan persiapan lelang untuk membangun revitalisasi stadion. Salah satunya adalah kios untuk mereka berdagang,” tandasnya.
Sementara itu, Fahri, salah satu PKL menyampaikan tidak meratanya aturan yang melarang PKL berjualan kembali di area depan, menjadi sebab para PKL kembali berjualan di area depan stadion MY.
“Kami heran pedagang di area sepadan rel kereta api masih diperbolehkan untuk berjualan, sementara kami tidak boleh berjualan, padahal sama aja kita posisinya di depan stadion,” katanya.
Ia juga menjelaskan penghasilan yang menurun drastis juga menjadi penyebab mereka kembali berjualan. “Jelas kami sudah pindah ke area dalam, itu penghasilan turun drastis, tidak seperti ketika kami berjualan di area depan stadion,” tuturnya. (ald)