“Setelah dilakukan update datanya sudah sinkron dengan data yang dimiliki tim Bro Ron. Ini jelas operator sekolah lalai dalam menjalankan tugas pekerjaannya. Ini fatal sampai viral begini, wajar saja pihak sekolah ini dituding menggelapkan dana PIP,” tegas Turidi.
“Tadi kita sudah meminta bu Kepsek untuk mengganti operator sekolah, harus yang melek teknologi pintar ilmu komputer dan usianya masih muda, sehingga punya semangat bekerja,” tandasnya lagi.
Turidi menjelaskan, bantuan dana pendidikan ini tidak bisa dicairkan apabila siswa tidak mendapatkan surat pengantar yang ditandatangani kepala sekolah.
Kecuali siswa yang mendapatkan dana bantuan pendidikan PIP lanjutan sudah bisa menggunakan kartu ATM. Dia menekankan, kepala sekolah harus segera memberikan surat pengantar pencairan kepada para siswa ataupun orang tua siswa yang mendapatkan dana pendidikan tersebut.
“Ini masih banyak yang belum dicairkan bahkan sampai ada yang sudah lulus. Mungkin karena siswa atau orang tua siswa tidak mengetahuinya atau terkendala surat pengantar dari kepsek,” ungkap Turidi.