Sementara itu, Alisa warga Kota Serang yang sedang berburu takjil pasar lama Kota Serang, mengaku kaget ketika mendengar ditemukannya takjil yang berbahan formalin, dirinya berharap pemerintah melakukan pengawasan rutin setiap hari.
“Agak takut sih, kalo ada takjil berbahan formalin, karena saya sering sebelum berbuka puasa beli takjil, semoga bisa terus diawasi lah oleh pemerintah,” ujarnya.
Dirinya mengaku akan lebih berhati-hati dalam membeli takjil berbuka puasa karena menurutnya pencegahan pertama ada di dalam pribadi manusia sendiri.
“Saya sih mengindari beli takjil takjil yang kaya diawetkan atau di fermentasi karena lebih rentan memakai pengawet formalin,” tutupnya. (ald)