“Diharapkan berbagai program yang ada di Kota Tangerang ini bisa direplikasi ke daerah lain, sehingga proses identifikasi TBC bisa optimal,” pungkas.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Tangerang Sachrudin memaparkan berbagai program deteksi TBC di Kota Tangerang terus dimasifkan sebagai bagian dari upaya memutus penyebaran TBC. Juga menyembuhkan warga yang terkena TBC.
“Yakni melalui Kader Asmara TBC dan Ransel TBC sehingga cakupan skrining mandiri lebih banyak lagi. Serta tentunya perhatian terhadap kebutuhan sanitasi yang bersih dan kebutuhan gizi yang baik, terus kami berikan kepada pasien TBC di Kota Tangerang,” ujar Sachrudin.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Dini Anggraeni menambahkan telah berhasil menangani dengan melakukan tata laksana pengobatan kepada 13.382 kasus atau 92 persen dari 14.687 akumulasi kasus selama 2024.
Di tahun 2025 berhasil mengidentifikasi 1.746 kasus TBC baru di Kota Tangerang.