”Kita manfaatkan medsos untuk pembelajaran, dengan memberikan tugas kepada siswa yang hasilnya berbentuk video pendek sesuai dengan tema yang diberikan kepada siswa. Kita tinggal menilai dan menguploadnya di media sosial milik sekolah. Siswa juga merasa bangga, hasil karyanya bisa di tampilkan dan di lihat banyak orang,”ujarnya kepada Banten Ekspres, Rabu (19/3).
Netty menambahkan, dengan memanfaatkan medsos sebagai alat pembelajaran, siswa juga diberikan pemahaman untuk menggunakan medsos dengan bijak. Jangan jadikan medsos sebagai tempat yang tidak baik karena ada berdampak hukum.
”Saat ini ada UU IT yang bisa diwaspadai. Jika kita bijak menggunakan medsos maka tidak akan terkena kasus hukum. Tetapi jika kita sembarangan maka bisa terjerat kasus hukum yang bisa merusak masa depan dan juga merusak hal-lainnya,”paparnya.
Ia menjelaskan, para siswa juga diminta kreatif karena kedepan semua akan menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan belajar. Selain itu, para siswa juga harus bisa membuat sesuatu yang baru dari ide meraka dan bukan menyontek ide orang lain.
”Melihat perkembangan teknologi saat ini, jika tidak diajarkan maka siswa akan ketinggalan zaman. Selain itu, kita juga wajib melakukan pengawasan saat siswa menggunakan media sosial. Khawatir, bisa kebablasan atau bisa menggunakan medsos dengan sembarangan,”tutupnya.(ran)