BANTENEKSPRES.CO.ID, CILEGON — Pelabuhan Merak, Cilegon menjadi sorotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pelabuhan yang menghubungan pulau Sumatera itu, tahun lalu terjadi penumpukan kendaraan hingga keluar area Pelabuhan. Hingga menimbulkan kemacetan panjang hingga jalan tol. Horor kemacetan tahun lalu itu, manjadi sorotan.
Mudik kali ini, mantan Kapolda Banten itu, tidak ingin terjadi lagi antrean kendaraan yang mengular hingga keluar area pelabuhan. Listyo Sigit bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK) Pratikno, didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Banten Irjen Suyudi Ario Seto melihat kesiapan Pelabuhan Merak, Rabu (26/3/2025).
Kapolri mengatakan diprediksi puncak arus mudik lebaran akan terjadi Jumat 28 Maret 2025. Kunjungannya ke Pelabuhan Merak Kapolri menegaskan bahwa berbagai strategi telah disiapkan untuk mengurai lonjakan pemudik yang diperkirakan masih akan terus meningkat. Berdasarkan laporan yang diterimanya, sejak H-10 hingga H-8, terjadi peningkatan jumlah pemudik dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, masih ada sekitar 170 ribu kendaraan yang akan menyeberang dalam beberapa hari ke depan, terutama saat puncak arus mudik.
“Kami melihat adanya tren peningkatan arus mudik dibandingkan tahun lalu. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan perjalanan pada siang hari, karena malam hari cenderung lebih padat,” ujar Kapolri.
Pemprov Banten dan Polda Banten telah Menyusun skenario untuk mengurai kepadatan di Merak. Yakni, memberlakukan ganjil genap di jalan tol menuju Merak mulai Kamis 26 Maret. Pemeriksaan ganjil genap akan dilakukan jelang gerbang tol Cikupa. Langkah berikutnya menyiapkan buffer zone di dua rest area. Kemudian memecah arus kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera.
Pelabuhan Ciwandan dikhususkan untuk pemuduk yang menggunakan sepeda motor. Pelabuhan Merak untuk pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan bus umum. Pelabuhan Bojonegara untuk truk pengangkut sembako, BBM, uang dan kebutuhan pokok lainnya.
PT ASDP pengelola Pelabuhan Merak, juga telah menghapus kapal eksekutif. Semua penyeberangan menggunakan kapal regular. Listyo Sigit memaparkan waktu perjalanan yang ideal bagi pemudik adalah siang hari. Karena berdasarkan pemantauan, kepadatan arus lalu lintas lebih sering terjadi pada malam hari, terutama dari sore hingga menjelang pagi setelah sahur.
“Kalau siang hari dimanfaatkan dengan baik, harapan kita puncak arus mudik bisa lebih terurai dan perjalanan lebih lancar,” tambahnya.
Kapolri menegaskan bahwa berbagai langkah antisipasi telah disiapkan guna menghindari kemacetan di sekitar Pelabuhan Merak. Sejumlah kebijakan yang telah diterapkan antara lain, pengaturan jalur masuk di Tol Cilegon Timur untuk mengurai antrean kendaraan roda empat, truk, dan roda dua.
Peningkatan kapasitas layanan penyeberangan, termasuk penyesuaian jadwal keberangkatan kapal agar lebih optimal. Optimalisasi sistem tiket online, termasuk pemberian diskon tiket kapal guna mendorong pemudik melakukan perjalanan lebih awal dan tidak menumpuk di satu waktu.
“Kami ingin memastikan bahwa pemudik mendapatkan pelayanan terbaik. Dengan sistem tiket online yang berjalan normal serta kebijakan diskon tarif kapal, masyarakat bisa lebih nyaman dalam perjalanan,” kata Kapolri.
Selain itu, keamanan pemudik juga menjadi prioritas utama. Kapolri memastikan bahwa personel TNI-Polri bersama instansi terkait telah bersinergi untuk mengawal jalannya arus mudik agar tetap aman dan terkendali. “Kami sudah menyiapkan posko pengamanan dan personel di berbagai titik strategis untuk memastikan perjalanan mudik tahun ini berjalan aman, nyaman, dan lancar,” tegasnya.
Posko angkutan Lebaran 2025 mencatat pergerakan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Merak pada H-6 Lebaran, Selasa (25/3/2025). Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), sebanyak 45 kapal beroperasi untuk melayani penyeberangan dari Jawa ke Sumatera dalam kurun waktu 24 jam.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin menyampaikan, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-6 mencapai 67.778 orang atau mengalami penurunan sebesar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 69.158 orang.
Sementara itu, kendaraan roda dua mengalami peningkatan signifikan sebesar 31 persen, dengan total 3.161 unit dibandingkan tahun lalu yang hanya 2.415 unit. Sedangkan kendaraan roda empat mengalami penurunan 4 persen menjadi 8.413 unit, lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 8.789 unit.
“Total truk yang menyeberang mencapai 1.958 unit atau turun 36 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.074 unit. Sedangkan, total bus yang menyeberang mencapai 553 unit atau turun 6 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 588 unit,” tulis Shelvy.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang telah menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H-6 tercatat sebanyak 14.085 unit. Angka ini turun 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 14.866 unit.
Namun, jika dihitung sejak H-10 hingga H-6, total penumpang yang menyeberang mencapai 279.293 orang atau naik 34 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 208.501 orang. Total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 60.570 unit atau naik 23 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 49.310 unit. (brp)